Trend Micro bantu Interpol tangkap penjahat siber internasional

Trend Micro bantu Interpol tangkap penjahat siber internasional
Ilustrasi: keamanan siber (Trend Micro)
Jakarta (Teclovers) - Trend Micro Incorporated, perusahaan software dan solusi keamanan, mengumumkan telah ditangkapnya seorang penjahat siber internasional yang ditengarai sudah mengumpulkan uang dari hasil kejahatannya lebih dari 60 juta dolar.

Operasi penggerebekan ini merupakan hasil kolaborasi antara Interpol bersama Nigerian Economic and Financial Crime Commission dengan memanfaatkan riset Trend Micro dalam mengidentifikasikan dan menangkap pelaku kejahatan tersebut, kata Trend Micro dalam pernyataannya, Senin (8/8).

Pelaku telah mengumpulkan uang dari penipuan melalui business email compromise (BEC) scams dan model penipuan CEO fraud.

“Trend Micro merupakan advokat keamanan yang aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai elemen baik di sektor publik maupun swasta dalam memerangi kejahatan dunia maya,” tutur Raimund Genes, Chief Technology Officer Trend Micro.

“Kami menentang segala bentuk tindak kejahatan yang memanfaatkan teknologi dalam melancarkan aksi mereka, dan kami di Trend Micro berkomitmen untuk selalu memberikan dukungan terbaik bagi aparat penegak hukum untuk membantu melacak dan menangkap para penjahat siber tersebut. Hal ini menjadi salah satu tonggak bagi komunitas keamanan siber untuk makin mempererat kerja sama menumpas kejahatan siber.”

Gembong penjahat asal Nigeria yang berhasil ditangkap tersebut ditengarai sebagai pemimpin dari 40 orang kawanan di jaringan penjahat siber yang beroperasi di Nigeria, Malaysia, dan Afrika Selatan.

Mereka menciptakan malware dalam melancarkan serangan siber. Gembong tersebut dicurigai juga terlibat dalam tindak kejahatan pencucian uang bersama dengan para pelaku dari China, Eropa, serta Amerika Serikat yang menyediakan detil akun bank secara illegal sebagai tempat penyimpanan uang hasil curian mereka.

Keberhasilan operasi penangkapan ini tentu tak lepas dari kerja sama yang terjalin erat di antara pihak-pihak yang tergabung dalam komunitas keamanan global yang memiliki tujuan yang sama yakni bersama-sama mewujudkan Internet yang aman,” ungkap Noboru Nakatani, Executive Director of the INTERPOL Global Complex for Innovation.

“BEC scams sulit diberantas karena kompleksitas operasi mereka, untuk itulah dibutuhkan kerja sama yang erat yang terjalin di semua sektor, baik oleh swasta maupun pemerintah, dalam memerangi dan menanggulangi tindak kejahatan siber.”

Trend Micro merupakan mitra strategis yang mendukung INTERPOL beserta negara-negara yang menjadi anggotanya dengan wawasan dan pengetahuan mendalam, sumber daya, serta strategi dalam memerangi tindak kejahatan siber di tingkat global melalui Global Complex for Innovation yang dipusatkan di negara Singapura.

COPYRIGHT © Teclovers.com 2016

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Recommended

Latest Posts

Internet

Berita

Tag Terpopuler